Kesultanan Tidore

Kesultanan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara, Indonesia sekarang. Pada masa kejayaannya (sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18), kerajaan ini menguasai sebagian besar Halmahera selatan, Pulau Buru, Ambon, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat.

Pada tahun 1521, Sultan Mansur dari Tidore menerima Spanyol sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Ternate saingannya yang bersekutu dengan Portugis. Setelah mundurnya Spanyol dari wilayah tersebut pada tahun 1663 karena protes dari pihak Portugis sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Tordesillas 1494, Tidore menjadi salah kerajaan paling independen di wilayah Maluku. Terutama di bawah kepemimpinan Sultan Saifuddin (memerintah 1657-1689), Tidore berhasil menolak pengusaan VOC terhadap wilayahnya dan tetap menjadi daerah merdeka hingga akhir abad ke-18.

Minggu, 22 Agustus 2010

Kota Tidore Kepulauan

Kota Tidore Kepulauan adalah salah satu kota di Propinsi Maluku Utara, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 9.564,7 km² dan berpenduduk sebanyak 78.025 jiwa 2005.
Visi kota ini adalah "terwujudnya kota tidore kepulauan yang beriman, maju, mandiri, dan berperadaban".
Daftar Isi:
1. Sejarah
2. Makanan Khas
3. Tokoh
4. Pendidikan
5. Pariwisata
6. Transportasi
7. Referensi
Kota Tidore Kepulauan

Lambang Kota Tidore Kepulauan
Berkas:Locator_Kota_Tidore_Kepulauan.png
Peta lokasi Kota Tidore Kepulauan
Koordinat :
Motto -
Provinsi Maluku Utara
Ibu kota -
Luas 9.564,7 km²[1][2]
Penduduk
· Jumlah 98.025 jiwa(2010)[3]
· Kepadatan 51 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 8
· Desa/kelurahan 32 kelurahan, 37 desa
Dasar hukum UURI Nomor 1 tahun 2003
Tanggal 31 Mei 2003
Walikota Drs Achmad Mahifa
Kode area telepon 0921

Situs web resmi:

1. Sejarah

Kota ini sudah terkenal sejak zaman penjajahan dahulu karena cengkeh dan pala. Bangsa Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di Tidore adalah pelaut dari Spanyol yang sampai ke Tidore tahun 1512. Kota ini juga sempat menjadi ibukota provinsi perjuangan Irian Barat. Gubernur pertamanya adalah Zainal Abidin Syah, yang juga sultan Tidore. Setelah papua masuk ke wilayah RI, statusnya berubah menjadi ibukota daerah administratif Halmahera tengah dengan ibukota Soa Sio Tidore. Tahun 1990, status daerah administratif berubah menjadi kabupaten Halmahera Tengah. Pada tahun 2003, Tidore menjadi kota dengan nomenklaturnya Kota Tidore Kepulauan, dengan penjabat walikota pertama adalah Drs M Nur Djauhari dan penjabat walikota kedua adalah Drs Mahmud Adrias.

2. Makanan Khas

Makanan khas kota ini yang tidak terdapat di daerah lain di Maluku Utara adalah lapis Tidore dan kue Bilolo. dan juga mam Raha dan popeda

3. Tokoh

Salah satu tokoh asal Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku yang juga telah diangkat sebagai pahlawan nasional. Nama tokoh ini juga diabadikan sebagai nama kapal perang KRI Nuku. Tokoh lainnya adalah Zainal Abidin Syah, Gubernur pertama Papua barat tahun 1950-an yang pada waktu itu beribukota di Soa Sio Tidore

4. Pendidikan

Sarana pendidikan di kota ini cukup lengkap, dengan dua perguruan tinggi yaitu Universitas Nuku dan STMIK Tidore Mandiri. Karena ketersediaan listrik di daerah ini masih terbatas, maka pada tahun 2007 pemerintah pusat membangun sebuah PLTU dengan kapasitas 2 X 7 mega watt, yang berada di kelurahan Rum kecamatan Tidore Utara. PLTU ini selain melayani warga Kota Tidore Kepulauan, juga akan melayani warga Kota Ternate.

5. Pariwisata

Beberapa objek wisata yang ada di kota ini adalah pantai Ake Sahu, taman laut [[Pulau Maitara](tanjung tongowai) ], museum kesultanan Tidore Sonyine Malige, pantai Cobo, benteng Tahua, tugu pendaratan "Sebastiano De Elaco" ("pelaut dari spanyol").

6. Transportasi

Transportasi yang ada di kota ini adalah mikrolet, becak motor, ojek, dan becak. Untuk ke kota ini, bisa di tempuh dari kota Ternate dengan feri dengan waktu tempuh 30 menit, dan speedboat yang waktu tempuhnya tak sampai 10 menit.
Di kota ini juga terletak kelurahan Sofifi kecamatan Oba utara, yang merupakan ibukota defenitif provinsi Maluku utara. Rencananya setelah infrastruktur pemerintahan dan fasilitas lainnya dibangun, aktivitas pemerintahan akan dipindahkan dari Ternate ke daerah ini. Sofifi berada di kecamatan Oba Utara pulau Halmahera. Untuk diketahui, wilayah Kota Tidore Kepulauan terdiri dari Kecamatan Tidore Utara, Kecamatan Tidore Selatan dan Kecamatan Tidore (terletak di pulau Tidore), dan Kecamatan Oba serta Kecamatan Oba Utara (terletak di pulau Halmahera).

7. Referensi

  1. Pemko Tidore Kepulauan
  2. Penjelasan UURI No. 1 Th. 2003 Bab I.UMUM
  3. BPS Supas 2005

Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara
Kecamatan
ObaOba UtaraTidoreTidore SelatanTidore Utara

Maluku Utara
Ibu kota: Ternate
Kabupaten
Halmahera BaratHalmahera SelatanHalmahera TengahHalmahera TimurHalmahera UtaraKepulauan SulaPulau Morotai
Lambang Provinsi Maluku Utara
Kota
TernateTidore Kepulauan
Lihat pula: Daftar kabupaten dan kota Indonesia
Artikel bertopik geografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan .
Bahasa lain: English, Basa Jawa, Español, Deutsch, Français, Italiano, 日本語, Português, Polski, Nederlands, Svenska, Lebih banyak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar